Expo atau Pasar Malam? Kembalikan Jati Diri Pameran Majalengka

By Literasikata.id 06 Feb 2026, 12:11:03 WIB Opini
Expo atau Pasar Malam? Kembalikan Jati Diri Pameran Majalengka

‎literasikata.id Majalengka Opini - Majalengka merupakan salah satu kabupaten yang tengah berkembang pesat. Di bawah kepemimpinan Bupati Majalengka Eman Suherman dan Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan, Majalengka mengusung moto Menuju Majalengka Langkung SAE. Moto ini bukan sekadar slogan, melainkan tercermin dari berbagai perubahan besar yang kini dirasakan masyarakat.

‎Pembangunan infrastruktur skala nasional hingga internasional, meningkatnya konektivitas wilayah, serta tumbuhnya potensi ekonomi lokal membuat Majalengka semakin dikenal di kancah nasional. Ini adalah capaian yang patut diapresiasi dan dibanggakan bersama.

‎Namun sebagai pelaku usaha UMKM, kami ingin mengajak semua pihak untuk mengulas kembali makna dan tujuan pameran expo yang selama ini rutin digelar, khususnya saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka.

‎Secara ideal, expo adalah pameran pembangunan. Ia menjadi etalase keberhasilan pemerintah daerah melalui dinas-dinasnya, sekaligus ruang promosi bagi produk unggulan UMKM lokal. Expo seharusnya menjadi tempat masyarakat melihat sejauh mana Majalengka bertumbuh—baik dari sektor ekonomi, industri kreatif, pertanian, pariwisata, hingga inovasi pelayanan publik.

‎Sayangnya, hingga hari ini belum ada expo yang benar-benar menampilkan wajah dan prestasi Kabupaten Majalengka secara utuh. Hal ini terjadi karena konsep expo selalu disatukan dengan pasar malam.

‎Akibatnya, perhatian pengunjung lebih tersedot pada hingar-bingar wahana hiburan dan jajanan dari luar daerah. Stand UMKM lokal dan pameran pembangunan sering kali tenggelam, kalah ramai, dan sekadar menjadi pelengkap acara. Padahal, produk UMKM Majalengka adalah hasil karya masyarakat sendiri yang seharusnya mendapat ruang utama.

‎Kami tidak menolak hiburan rakyat. Pasar malam tentu memiliki nilai ekonomi dan rekreasi tersendiri. Namun ketika disatukan tanpa konsep yang jelas, tujuan utama expo menjadi kabur. Pameran pembangunan berubah menjadi sekadar keramaian tahunan, bukan sarana edukasi, promosi, dan kebanggaan daerah.

‎Harapan kami sederhana namun penting: pemerintah daerah berani memisahkan dan memurnikan konsep expo. Jadikan expo sebagai ajang prestisius untuk memperlihatkan keberhasilan pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat Majalengka bersama pemerintah melalui dinas-dinas terkait. Berikan panggung utama bagi UMKM lokal, produk khas daerah, dan inovasi anak-anak Majalengka.

‎Kembalikan expo sebagai jati diri warga Kabupaten Majalengka—sebuah pameran yang membanggakan, berkelas, dan mampu menarik pengunjung tidak hanya dari dalam daerah, tetapi juga dari luar Majalengka.

‎Dengan begitu, expo bukan lagi sekadar acara tahunan, melainkan simbol kemajuan dan identitas Majalengka yang langkung SAE.

Dibuat oleh :  Taufik Hidayat 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment