- Pramuka Majalengka Ikuti Apel Hari Kesaktian Pancasila 2026
- Sandi Fahmi Fatwa Resmi Dilantik sebagai Anggota DPRD Majalengka PAW Masa Jabatan 2024–2029.
- Warga Palabuan dan TNI Tiba-Tiba Bahu-Membahu Gempur Mushola Al-Furkon, Ada Apa Sebenarnya
- GANISA Stop Narkoba Bersama Satres Narkoba Polres Majalengka di Pesantren Pendidikan NU Maja
- Kepala BKPSDM Majalengka Tegaskan Akun dan WhatsApp Mengatasnamakan Dirinya Adalah Hoaks.
- Perkuat Karakter, Prestasi, dan Kepemimpinan Pramuka Penegak Majalengka di Penutupan Giat Prestasi V
- 300 peserta antusias ikuti seminar sehari ngobrol cai merdeka di Majalengka
- Polres Majalengka Kembali Musnahkan 5.195 Botol Miras, Wujudkan Majalengka Zero Miras.
- Pramuka Majalengka tolak narkoba bersama GANISA
- Pramuka Majalengka Kirim Kontingen Terbaik ke Jambore Nasional XII 2026
Ketua GANISA Prihatin Tawuran di Majalengka, Desak Tes Urine untuk Pelaku

Literasikata.id Majalengka – Penangkapan 15 remaja oleh Polres Majalengka usai terlibat tawuran pada tanggal 19 September 2025 lalu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Meski langkah cepat aparat dalam mengamankan para pelaku serta memanggil orang tua mereka patut diapresiasi, kasus ini tetap harus diproses hukum lantaran menimbulkan korban hingga kehilangan satu jari akibat sabetan senjata tajam.
Ketua Gerakan Anti Narkotika Indonesia (GANISA) DPD Majalengka, Taufik Hidayat, menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa tersebut. Ia menilai aksi brutal yang dilakukan para pelajar mencerminkan lemahnya pembinaan terhadap generasi muda.
“Anak-anak sekarang sudah nekat dan berani melakukan kekerasan. Polres Majalengka harus bertanggung jawab dalam hal pembinaan, karena jelas belum ada upaya yang mampu membuat anak-anak memahami arti ketertiban dan keamanan, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi bangsa,” tegas Taufik (21/9/2025)
Baca Lainnya :
Selain itu, Taufik mendesak agar Polres Majalengka segera melakukan tes urine kepada para pelaku. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan keberanian dan kebrutalan mereka dipicu oleh penggunaan obat-obatan terlarang.
“Saya berharap edukasi bela negara dan edukasi tentang bahaya narkoba semakin diintensifkan di sekolah-sekolah. Dari pihak GANISA, kami siap berpartisipasi dalam upaya pencegahan ini,” tambahnya.
Peristiwa tawuran ini menjadi alarm keras bagi semua pihak, khususnya aparat dan dunia pendidikan, untuk lebih serius dalam membina generasi muda agar tidak terjerumus pada kekerasan maupun penyalahgunaan narkoba










