- Majalengka Raih Penghargaan Nasional Pengendalian Inflasi, Bupati Eman Suherman, Bukti Kerja Nyata M
- Waspada Modus, Polsek Majalengka Kota Tangani Kasus Penipuan dan Penggelapan Bermodus Pacaran
- Pemkab Majalengka Salurkan Dana Hibah Rp3,67 Miliar untuk Delapan Partai Politik.
- Sikat Habis Peredaran Gelap Narkoba, Satresnarkoba Polres Majalengka Gulung Pengedar Sabu di Sukahaj
- 122 Unit Kendaraan Operasional Koperasi Merah Putih Diserahkan Kodim 0617 Majalengka untuk Desa
- Bupati Eman Suherman Dukung Pengembangan MRO di BIJB Kertajati: Geliat Ekonomi yang Dinanti Masyarak
- Torehkan Prestasi Gemilang, Kapolres Majalengka Terima Penghargaan Capaian IKPA Nilai Sempurna
- Penadahan Motor Curian berhasil diungkap polres Majalengka bukti komitmen Brantas kejahatan
- Diskominfo Jabar Dorong Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Adaptif di Era Digital.
- Pemkab Majalengka Segera Perbaiki 284 Titik Jalan dan Jembatan Rusak tahun 2026.
Forum Bela Negara Majalengka ikuti Kegiatan Komsos Kodim 0617/Mjl

Literasikata.id Majalengka, Rabu (17/9/2025) – Komando Distrik Militer (Kodim) 0617/Majalengka menggelar kegiatan komunikasi sosial dengan tema “Kreatif Literasi Digital dan Wawasan Kebangsaan”. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, pemerintah daerah, dan perwakilan organisasi kepemudaan.
Dalam paparannya, Dandim 0617/Majalengka menekankan pentingnya literasi digital sebagai kemampuan menggunakan teknologi informasi secara bijak. “Komponen literasi digital meliputi etika dalam bermedia sosial, budaya keamanan, serta kemampuan memilah informasi. Manfaatnya adalah untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses informasi, memperkuat komunikasi efektif, dan yang terpenting mencegah penyebaran hoaks,” ungkapnya.
Baca Lainnya :
Selain literasi digital, Dandim juga mengulas mengenai wawasan kebangsaan, yang didefinisikan sebagai cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. “Nilai-nilai wawasan kebangsaan harus terus kita tanamkan, karena hubungannya sangat erat dengan literasi digital. Dengan pemahaman yang kuat, masyarakat akan mampu menangkal hoaks sekaligus memperkuat identitas nasional,” jelasnya.
Dalam diskusi, juga dibahas peran pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat literasi digital dan wawasan kebangsaan, baik melalui regulasi, edukasi publik, maupun sinergi antarinstansi. Beberapa contoh praktik nyata yang disampaikan antara lain kampanye anti-hoaks, gerakan bijak bermedia sosial, pembuatan konten positif, diskusi kebangsaan, hingga kegiatan bela negara.
“Output yang kita harapkan adalah agar seluruh peserta menjadi bijak dalam bermedia sosial, sekaligus memiliki rasa nasionalisme yang kuat,” tegas Dandim.
Dari sisi ekonomi kerakyatan, Sekdis DK2UKM Kabupaten Majalengka Adhi Setya Putra yang hadir dalam kesempatan tersebut menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan agar program-program UMKM tepat sasaran. “Kerja sama ini penting agar pelaku UMKM kecil bisa lebih terfasilitasi dan mendapat dukungan yang nyata,” ujarnya.
Dalam sesi tanya jawab, perwakilan peserta dari Forum Bela Negara Ilham mengajukan pertanyaan kepada pihak Dinas Koperasi terkait langkah-langkah monitoring terhadap koperasi yang ada di desa. “Langkah-langkah apa yang dilakukan oleh pihak Dinas Koperasi untuk memantau dan memonitoring koperasi Merah Putih di desa-desa agar tidak merugikan masyarakat desa tersebut?” tanyanya.
Kegiatan komunikasi sosial ini berlangsung interaktif, penuh semangat, dan diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya literasi digital yang sehat, serta wawasan kebangsaan sebagai fondasi persatuan dan ketahanan bangsa (BR)











