- Majalengka Raih Penghargaan Nasional Pengendalian Inflasi, Bupati Eman Suherman, Bukti Kerja Nyata M
- Waspada Modus, Polsek Majalengka Kota Tangani Kasus Penipuan dan Penggelapan Bermodus Pacaran
- Pemkab Majalengka Salurkan Dana Hibah Rp3,67 Miliar untuk Delapan Partai Politik.
- Sikat Habis Peredaran Gelap Narkoba, Satresnarkoba Polres Majalengka Gulung Pengedar Sabu di Sukahaj
- 122 Unit Kendaraan Operasional Koperasi Merah Putih Diserahkan Kodim 0617 Majalengka untuk Desa
- Bupati Eman Suherman Dukung Pengembangan MRO di BIJB Kertajati: Geliat Ekonomi yang Dinanti Masyarak
- Torehkan Prestasi Gemilang, Kapolres Majalengka Terima Penghargaan Capaian IKPA Nilai Sempurna
- Penadahan Motor Curian berhasil diungkap polres Majalengka bukti komitmen Brantas kejahatan
- Diskominfo Jabar Dorong Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Adaptif di Era Digital.
- Pemkab Majalengka Segera Perbaiki 284 Titik Jalan dan Jembatan Rusak tahun 2026.
Grand Opening Caffe Goa Jepang di Area Kodim 0617/Majalengka, Diresmikan Bupati Majalengka

Literasikata.id Majalengka – Caffe Goa Jepang yang berada di area Kodim 0617/Majalengka resmi dibuka melalui kegiatan Grand Opening, yang berlangsung pada Jum’at (6/2/2026), bertempat di Caffe Goa Jepang, Jalan KH Abdul Halim, Kelurahan Tonjong, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka.
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Majalengka Eman Suherman, sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali situs sejarah peninggalan masa penjajahan Jepang yang memiliki nilai edukasi dan historis bagi masyarakat.
Baca Lainnya :
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan unsur Forkopimda Kabupaten Majalengka, di antaranya Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Majalengka Deden Herdian Narayanto, Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf Fahmi Guruh Rahayu, Kajari Majalengka Sukma Jaya Negara, Wakapolres Majalengka Kompol Agus Asep Toni, perwakilan Ketua PN Majalengka, perwakilan Danyonif 321/GT Kostrad, perwakilan Danlanud Sugiri Sukani, serta para Danramil jajaran Kodim 0617/Majalengka, kepala OPD Pemkab Majalengka, organisasi purnawirawan TNI, Persit Kartika Chandra Kirana, PKK Kabupaten Majalengka, hingga perwakilan PT Leetek Indonesia.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan, dilanjutkan prosesi gunting pita sebagai tanda peresmian Caffe Goa Jepang, peninjauan langsung lokasi situs Goa Jepang, foto bersama, ramah tamah, dan penutup.
Dalam sambutannya, Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf Fahmi Guruh Rahayu menyampaikan bahwa keberadaan Goa Jepang merupakan bagian dari sejarah perjuangan rakyat Majalengka melawan penjajahan Jepang dan Belanda.
“Goa Jepang ini dibangun pada tahun 1942 sebagai tempat perlindungan dari serangan penjajah. Atas perintah Bupati Majalengka, kami berkolaborasi dengan OPD terkait untuk menghidupkan kembali nilai sejarahnya agar dapat menumbuhkan semangat patriotisme masyarakat,” ujarnya.
Dandim juga menyampaikan bahwa masih terdapat saksi hidup pembangunan Goa Jepang, salah satunya Bapak Kosim (kelahiran 1930), yang telah diberikan apresiasi berupa bantuan perbaikan rumah. Ke depan, pengunjung akan mendapatkan edukasi sejarah melalui pemandu yang disiapkan.
Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman, dalam sambutannya menegaskan bahwa peresmian Caffe Goa Jepang merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan kehidupan bermasyarakat, beragama, dan pemerintahan, pasca dirinya dilantik sebagai Bupati.
“Tempat ini merupakan situs bersejarah yang memiliki nilai edukasi tentang perjuangan melawan penjajah Jepang, khususnya di Kabupaten Majalengka. Perbaikan Goa Jepang ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah melalui dana CSR PT Leetek Indonesia,” jelasnya.
Bupati berharap, ke depan lokasi ini dapat dibuka secara umum dan dikelola secara profesional dengan melibatkan dinas terkait, sehingga pengunjung tidak hanya bersantai di kafe, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan pengetahuan sejarah.
“Kami berharap pengelola dapat memberikan pelayanan terbaik, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman. Ke depan, pemerintah daerah juga akan terus mencari dan merawat situs-situs bersejarah lain yang belum tertangani,” pungkasnya. (Pendim_0617)











