- Dandim 0617/Majalengka: Istri Adalah Anugerah, Jaga Keharmonisan Keluarga Demi Tugas TNI
- Polres Majalengka Gelar Operasi Miras, Berhasil Amankan Ratusan Botol Miras Berbagai Jenis
- Satres Narkoba Polres Majalengka Berhasil Amankan Terduga Pengedar Obat Obatan Terlarang
- Bupati Majalengka Komitmen Penyerapan Tenaga Kerja Lewat Program ‘Matahati’, Tegas Berantas Calo.
- Sat Reskrim Polres Majalengka Ungkap Kasus Pencurian Handphone, Satu Tersangka Diamankan
- Bupati Majalengka Kick Off Penataan Kabel Udara, Dorong Kota Lebih Rapi dan Aman
- GANISA DPD Majalengka Apresiasi Ketegasan Kapolres dalam Pemberantasan Narkoba
- Bupati Majalengka Pastikan Keberangkatan Jemaah Haji 2026 dan Berikan Fasilitas Lengkap.
- Peran KIM dalam Literasi Digital di era Akselerasi Tranformasi.
- Momen Haru di Kodim Majalengka, 18 Prajurit Resmi Menyandang Pangkat Baru
Presiden RI Dukung Pelestarian Alam, Launching Konservasi Burung Hantu Digelar di Majalengka

Literasikata.id Majalengka — Sebagai bagian dari komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pertanian berkelanjutan, kegiatan Launching Konservasi Burung Hantu yang merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia resmi digelar di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, pada Jumat (9/5/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari pusat maupun daerah. Hadir di antaranya Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro, serta Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Rachmat. Acara juga diikuti oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, serta berbagai tokoh masyarakat, petani, dan kelompok tani lokal.
Danramil 1714/Jatitujuh Kapten Inf Wawan Winggara, yang diwakili oleh Babinsa Desa Randegan Wetan, turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan testimoni Komandan Kodim 0617/Majalengka, Letkol Inf Fahmi Guruh Rahayu. “Konservasi burung hantu ini tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga membantu petani mengendalikan hama secara alami. Ini adalah sinergi antara pelestarian lingkungan dan ketahanan pangan,” ujar Letkol Fahmi melalui perwakilannya.
Baca Lainnya :
Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama. Ketua Gapoktan Harapan Tani Mandiri menyampaikan laporan kegiatan, diikuti dengan sesi edukasi mengenai manfaat burung hantu sebagai predator alami hama tikus. Selanjutnya, sambutan-sambutan disampaikan oleh Kepala DKP3 dan Dirjen Tanaman Pangan.
Puncak kegiatan ditandai dengan pemasangan simbolis rumah burung hantu (Rubuha) serta pelepasan burung hantu ke alam, menandai dimulainya konservasi secara langsung di lapangan.
Program ini mendapat sambutan positif dari warga dan petani setempat, yang mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat sektor pertanian berbasis ekologi. (Pendim_0617)











