- Majalengka Raih Penghargaan Nasional Pengendalian Inflasi, Bupati Eman Suherman, Bukti Kerja Nyata M
- Waspada Modus, Polsek Majalengka Kota Tangani Kasus Penipuan dan Penggelapan Bermodus Pacaran
- Pemkab Majalengka Salurkan Dana Hibah Rp3,67 Miliar untuk Delapan Partai Politik.
- Sikat Habis Peredaran Gelap Narkoba, Satresnarkoba Polres Majalengka Gulung Pengedar Sabu di Sukahaj
- 122 Unit Kendaraan Operasional Koperasi Merah Putih Diserahkan Kodim 0617 Majalengka untuk Desa
- Bupati Eman Suherman Dukung Pengembangan MRO di BIJB Kertajati: Geliat Ekonomi yang Dinanti Masyarak
- Torehkan Prestasi Gemilang, Kapolres Majalengka Terima Penghargaan Capaian IKPA Nilai Sempurna
- Penadahan Motor Curian berhasil diungkap polres Majalengka bukti komitmen Brantas kejahatan
- Diskominfo Jabar Dorong Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Adaptif di Era Digital.
- Pemkab Majalengka Segera Perbaiki 284 Titik Jalan dan Jembatan Rusak tahun 2026.
Waspada Binatang Melata Berbisa Saat Musim Hujan dan Banjir

Keterangan Gambar : Poto pecinta ular
Literasikata.id Majalengka — Intensitas hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan sejumlah sungai di Kabupaten Majalengka meluap. Kondisi tersebut diperparah dengan gorong-gorong yang tidak mampu menahan debit air, sehingga mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah permukiman warga.
Situasi ini berdampak langsung pada ekosistem di sekitar aliran sungai. Berbagai binatang melata yang biasanya hidup di gorong-gorong dan bantaran sungai terpaksa keluar dari sarangnya karena habitatnya terendam air. Akibatnya, potensi kemunculan binatang melata berbisa di lingkungan permukiman warga meningkat.
Pemerhati lingkungan sekaligus Ketua FKPDAS DPD Majalengka, Taufik Geblug Hidayat, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, kurangnya pemeliharaan lingkungan sungai menjadi salah satu faktor utama yang memperparah situasi.
Baca Lainnya :
“Lingkungan sungai yang tidak terawat membuat binatang berbisa kehilangan habitat alaminya. Saat banjir, mereka akan mencari tempat yang lebih kering dan hangat, termasuk masuk ke rumah-rumah warga melalui celah-celah kecil,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama terhadap area rumah yang jarang diperhatikan. Tempat bermain anak-anak, tumpukan barang tidak terpakai, gudang, kolong tempat tidur, hingga sudut-sudut lembap menjadi lokasi yang nyaman bagi binatang seperti ular, kalajengking, kelabang, ulat bulu beracun, dan jenis binatang melata lainnya.
“Jangan dibiarkan ada tempat yang berpotensi menjadi sarang. Segera periksa dan bersihkan, terutama area yang hangat dan jarang tersentuh,” tambahnya.
Taufik juga mengingatkan agar masyarakat tidak bertindak ceroboh apabila menemukan binatang berbisa. Jika tidak memiliki kemampuan atau peralatan yang memadai, warga disarankan untuk meminta bantuan kepada petugas atau pihak yang berkompeten.
“Kewaspadaan dan penanganan yang tepat sangat penting demi keselamatan keluarga, khususnya anak-anak,” pungkasnya.











