- Dandim 0617/Majalengka: Istri Adalah Anugerah, Jaga Keharmonisan Keluarga Demi Tugas TNI
- Polres Majalengka Gelar Operasi Miras, Berhasil Amankan Ratusan Botol Miras Berbagai Jenis
- Satres Narkoba Polres Majalengka Berhasil Amankan Terduga Pengedar Obat Obatan Terlarang
- Bupati Majalengka Komitmen Penyerapan Tenaga Kerja Lewat Program ‘Matahati’, Tegas Berantas Calo.
- Sat Reskrim Polres Majalengka Ungkap Kasus Pencurian Handphone, Satu Tersangka Diamankan
- Bupati Majalengka Kick Off Penataan Kabel Udara, Dorong Kota Lebih Rapi dan Aman
- GANISA DPD Majalengka Apresiasi Ketegasan Kapolres dalam Pemberantasan Narkoba
- Bupati Majalengka Pastikan Keberangkatan Jemaah Haji 2026 dan Berikan Fasilitas Lengkap.
- Peran KIM dalam Literasi Digital di era Akselerasi Tranformasi.
- Momen Haru di Kodim Majalengka, 18 Prajurit Resmi Menyandang Pangkat Baru
Apel Kesiapsiagaan Bencana Kabupaten Majalengka: Sinergi Tangguh Hadapi Ancaman Alam

Literasikata.id Majalengka – Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Majalengka menggelar Apel Penanggulangan Bencana di kawasan Situ Ciranca, Desa Teja, Kecamatan Rajagaluh, Kamis (24/04/2025).
Apel ini dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimcam Rajagaluh, termasuk Kapolsek Rajagaluh AKP H. Rusli Iskandar, S.H., bersama Muspika Kecamatan Rajagaluh yang turut hadir untuk menunjukkan komitmen dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayahnya.
Baca Lainnya :
Kegiatan apel dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Rachmat Kartono, S.STP., M.Si., yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana.
“Apel ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah momentum untuk kembali mereview langkah-langkah konkret yang harus dilakukan saat bencana terjadi. BPBD tidak bisa berjalan sendiri, kami butuh sinergi dari TNI, Polri, Muspika, aparatur desa, dan para relawan bencana,” ujar Rachmat dalam amanatnya.
Ia juga mengingatkan bahwa berdasarkan indeks risiko bencana nasional, Indonesia menempati posisi ke-330, sementara di Jawa Barat, Kabupaten Majalengka berada pada peringkat ke-14. Karena itu, penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk waspada dan memahami prosedur evakuasi maupun mitigasi bencana.
Kepada para relawan, Rachmat berpesan agar terus mengedukasi masyarakat sehingga tidak panik ketika bencana terjadi dan tahu langkah yang harus diambil untuk menyelamatkan diri serta membantu sesama.
Dengan dilaksanakannya apel ini, diharapkan kesiapan seluruh stakeholder semakin solid dan sigap dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam yang mungkin terjadi di Kabupaten Majalengka.











