- Kunjungan Wamendikdasmen ke Majalengka, Revitalisasi Sekolah tahun 2026 mencapai 71 Ribu.
- Polres Majalengka Kejar Tersangka Kasus Persetubuhan Anak yang Mangkir Pemeriksaan
- Polres Majalengka Menangkan Sidang Praperadilan di Pengadilan Negri kelas 1B Majalengka
- Dandim 0617/Majalengka: Istri Adalah Anugerah, Jaga Keharmonisan Keluarga Demi Tugas TNI
- Polres Majalengka Gelar Operasi Miras, Berhasil Amankan Ratusan Botol Miras Berbagai Jenis
- Satres Narkoba Polres Majalengka Berhasil Amankan Terduga Pengedar Obat Obatan Terlarang
- Bupati Majalengka Komitmen Penyerapan Tenaga Kerja Lewat Program ‘Matahati’, Tegas Berantas Calo.
- Sat Reskrim Polres Majalengka Ungkap Kasus Pencurian Handphone, Satu Tersangka Diamankan
- Bupati Majalengka Kick Off Penataan Kabel Udara, Dorong Kota Lebih Rapi dan Aman
- GANISA DPD Majalengka Apresiasi Ketegasan Kapolres dalam Pemberantasan Narkoba
Babinsa dan Warga Pasang Patok Kayu untuk Antisipasi Banjir di Desa Sangowo Barat

Literasikata.id Morotai, Maluku Utara – Mengantisipasi potensi banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Morotai dalam beberapa hari terakhir, Babinsa Koramil 1514-01/Daruba, Seda Dino, bersama warga Desa Sangowo Barat, Kecamatan Morotai Timur, melakukan pemasangan patok kayu batas air pada Rabu (8/10/2025).
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk memantau ketinggian air di wilayah rawan banjir dan mencegah terjadinya kerusakan maupun korban jiwa saat curah hujan meningkat.
Baca Lainnya :
Babinsa Seda Dino menjelaskan, pemasangan patok batas air tersebut merupakan bentuk kewaspadaan dini masyarakat terhadap ancaman banjir yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
“Pemasangan patok kayu ini menjadi alat pemantau sederhana yang sangat berguna. Dengan adanya tanda batas air, warga dan pemerintah desa dapat segera mengetahui jika ketinggian air mulai meningkat dan mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi banjir,” ungkapnya.
Ia menambahkan, saat ini kondisi cuaca di wilayah Morotai tergolong ekstrem, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak menyepelekan potensi bencana alam.
“Kami terus mengingatkan warga agar selalu waspada, terutama yang tinggal di dekat aliran sungai atau daerah rendah. Dengan langkah-langkah antisipasi seperti ini, diharapkan dampak kerusakan maupun kerugian dapat diminimalkan,” tutup Babinsa.
(Pendim 1514/Morotai)











