- Kunjungan Wamendikdasmen ke Majalengka, Revitalisasi Sekolah tahun 2026 mencapai 71 Ribu.
- Polres Majalengka Kejar Tersangka Kasus Persetubuhan Anak yang Mangkir Pemeriksaan
- Polres Majalengka Menangkan Sidang Praperadilan di Pengadilan Negri kelas 1B Majalengka
- Dandim 0617/Majalengka: Istri Adalah Anugerah, Jaga Keharmonisan Keluarga Demi Tugas TNI
- Polres Majalengka Gelar Operasi Miras, Berhasil Amankan Ratusan Botol Miras Berbagai Jenis
- Satres Narkoba Polres Majalengka Berhasil Amankan Terduga Pengedar Obat Obatan Terlarang
- Bupati Majalengka Komitmen Penyerapan Tenaga Kerja Lewat Program ‘Matahati’, Tegas Berantas Calo.
- Sat Reskrim Polres Majalengka Ungkap Kasus Pencurian Handphone, Satu Tersangka Diamankan
- Bupati Majalengka Kick Off Penataan Kabel Udara, Dorong Kota Lebih Rapi dan Aman
- GANISA DPD Majalengka Apresiasi Ketegasan Kapolres dalam Pemberantasan Narkoba
Babinsa Koramil 1514-02/Berebere Ajak Warga Waspadai Bahaya Pergaulan Bebas di Morotai Utara.

Literasikata.id Morotai, Maluku Utara – Babinsa Koramil 1514-02/Berebere, Serda Radi, melaksanakan komunikasi sosial bersama warga Desa Guahira, Kecamatan Morotai Utara, Rabu (27/8/2025). Kegiatan tersebut menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga pergaulan anak agar terhindar dari bahaya pergaulan bebas.
Dalam himbauannya, Babinsa Radi mengingatkan bahwa pergaulan bebas dapat menjadi ancaman serius bagi generasi muda, mulai dari penyalahgunaan narkoba, seks bebas, hingga tindak kriminal. Ia menegaskan, langkah antisipasi paling utama adalah pengawasan dan perhatian orang tua terhadap aktivitas serta lingkungan pergaulan anak sehari-hari.
Baca Lainnya :
“Orang tua harus lebih peka terhadap siapa saja teman bergaul anak-anaknya. Jangan sampai mereka terjerumus dalam pergaulan yang merusak masa depan. Dengan pengawasan dan komunikasi yang baik di rumah, kita bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Radi.
Ia juga menambahkan, lingkungan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mengawasi tumbuh kembang generasi muda. “Semua pihak, baik orang tua, tokoh masyarakat maupun aparat desa perlu bergandengan tangan untuk menjaga anak-anak kita dari pengaruh negatif,” ujarnya.











