- Kunjungan Wamendikdasmen ke Majalengka, Revitalisasi Sekolah tahun 2026 mencapai 71 Ribu.
- Polres Majalengka Kejar Tersangka Kasus Persetubuhan Anak yang Mangkir Pemeriksaan
- Polres Majalengka Menangkan Sidang Praperadilan di Pengadilan Negri kelas 1B Majalengka
- Dandim 0617/Majalengka: Istri Adalah Anugerah, Jaga Keharmonisan Keluarga Demi Tugas TNI
- Polres Majalengka Gelar Operasi Miras, Berhasil Amankan Ratusan Botol Miras Berbagai Jenis
- Satres Narkoba Polres Majalengka Berhasil Amankan Terduga Pengedar Obat Obatan Terlarang
- Bupati Majalengka Komitmen Penyerapan Tenaga Kerja Lewat Program ‘Matahati’, Tegas Berantas Calo.
- Sat Reskrim Polres Majalengka Ungkap Kasus Pencurian Handphone, Satu Tersangka Diamankan
- Bupati Majalengka Kick Off Penataan Kabel Udara, Dorong Kota Lebih Rapi dan Aman
- GANISA DPD Majalengka Apresiasi Ketegasan Kapolres dalam Pemberantasan Narkoba
Kecamatan Leuwimunding Luncurkan Inovasi, Simpatik Paman Bansos

Literasikata.id Majalengka -Pemerintah Kecamatan Leuwimunding resmi meluncurkan inovasi “Simpatik Paman Bansos” (Sistem Penempelan Stiker Penerima Manfaat Bantuan Sosial), Rabu (5/2/2026).
Launching inovasi tersebut dilakukan langsung oleh Camat Leuwimunding, Wawan Kurniawan didampingi muspika Leuwimunding sebagai bentuk komitmen meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyaluran bantuan sosial.
Baca Lainnya :
Inovasi Simpatik Paman Bansos merupakan aksi penempelan stiker di rumah penerima manfaat bantuan sosial. Stiker tersebut berfungsi sebagai penanda sekaligus sarana kontrol sosial agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.
Camat Leuwimunding Wawan Kurniawan menjelaskan, inovasi ini bertujuan untuk mencegah terjadinya ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran bansos serta membuka ruang pengawasan bersama oleh masyarakat.
“Dengan adanya Simpatik Paman Bansos, penyaluran bantuan sosial diharapkan lebih transparan, tepat sasaran, dan dapat diawasi secara bersama-sama oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa hingga warga, untuk mendukung dan menyukseskan program tersebut demi terwujudnya tata kelola bantuan sosial yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Pemerintah Kecamatan Leuwimunding optimistis inovasi ini dapat menjadi contoh praktik baik dalam pengelolaan bantuan sosial serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap program-program pemerintah di bidang kesejahteraan sosial.
Salah seorang warga Leuwimunding, Asep (45), menyambut baik peluncuran inovasi Simpatik Paman Bansos. Menurutnya, program tersebut dapat membantu memastikan bantuan sosial diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan.
“Dengan adanya stiker penerima bansos ini, jadi lebih jelas siapa yang memang berhak menerima. Kalau ada yang tidak tepat sasaran, masyarakat juga bisa ikut mengawasi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Siti (38), warga lainnya. Ia menilai inovasi tersebut sebagai langkah positif pemerintah kecamatan dalam menciptakan keterbukaan dan keadilan dalam penyaluran bantuan sosial.
“Program ini bagus, jadi penyaluran bantuan lebih transparan dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat,” katanya.
Warga berharap inovasi Simpatik Paman Bansos dapat dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.











